PSIKOANALISA, BEHAVIORISTIK KOGNITIF & HUMANISTIK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN/HADIS KONSEP DAN APLIKASI
Katalog Buku top indonesia
Dr.H. Fachrurrazi, MM
Nelly, S.Pd.I.,M.S.I
Sumber belajar mengajar (SBM) adalah alat yang digunakan untuk memfasilitasi proses belajar mengajar. Semua hal yang digunakan guru/pengajar di kelas mereka untuk mengajar dianggap sebagai sumber belajar dan mengajar. Tujuan utama penggunaan SBM adalah membantu para guru/pengajar dengan presentasi dan transmisi konten dalem upaya pencapaian tujuan instruksional.
Tujuannya juga menyiratkan bahwa SBM dapat digunakan untuk mendukung keterlibatan siswa dalam pengalaman belajar sambil membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan dan memperoleh kemampuan dan nilai yang berbeda. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru/pengajar harus mampu memilih SBM yang efektif. Selain memilih SBM, guru/pengajar juga dapat mengembangkan SBM sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dikelas.
Dalam buku ini dijelaskan mengenai pengembangan SBM kimia dengan prosedur sederhana yang dapat langsung diaplikasikan yang disertai dengan contoh. Prosedur ini merupakan prosedur yang pernah dilakukan oleh penulis saat melakukan pengembangan SBM sebagai fokus dari riset. Harapannya buku yang disusun ini dapat menjadi salah satu sumber informasi mengenai SBM dan bagaimana cara mengembangkannya.
Membumikan
Makna-Makna
HAJI
Dalam Konteks Kemanusiaan
Pendekatan Tafsir Isyari Maqashidi Al-Laiqah
Geneologi perintah haji bersumber dari teks Al-Quran, artinya adanya perintah haji bersumber dari wahyu Allah Swt. Kalau pun ada teks-teks hadits yang menjelaskan tentang haji, hal itu berfungsi sebagai penjelasan atau penguat terhadap teks-teks Al-Qur’an tersebut. Teks Al-Qur’an bersifat mati yang menghidupkanya adalah para Mufassir, mereka mencoba melakukan upaya suci untuk menafsirkan teks-teks tersebut agar dapat dipahami, dihayati dan diamalkan, sehingga membawa kemaslahatan di bumi.
Penafsiran terhadap teks-teks dan simbol-simbol haji yang selama ini terdapat dalam kitab-kitab tafsir harus dikompromikan dan dikomunikasikan kembali dengan realitas kekinian agar keluar dari makna-makna sempit sebatas syariat semata. Karena menurut penulis dalam setiap syariat ada hakikatnya dan di dalam setiap hakikat ada syariatnya (fii kulli syari’atin haqiqatun wa bikulli haqiqatin syari’atun). Syariat dapat dipahami sebagai simbol yang menyimpan isyarat (isyari). Tugas manusia menggali secara mendalam makna-makna isyari tersebut agar dapat mengungkap pesan-pesan moral wahyu Allah Swt. Tak heran jika bermunculan salah satu pendekatan tafsir semacam tafsir maqashidi seperti yang dilakukan oleh Syekh Muhammad Al-Thahir ibn Asyur dan generasi setelahnya.
SINOPSIS
Salah satu misi Gubernur
Kalimantan Barat periode 2018-2023 adalah memperbanyak status Desa Mandiri di
Provinsi Kalimantan Barat, di mana di dalamnya ada dimensi kesejahteraan, untuk
itu pembangunan sektor pertanian dalam arti luas merupakan salah satu faktor
yang berkontribusi secara nyata terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan
masyarakat desa. Sehingga perbaikan dalam manajemen usaha sektor pertanian
tentunya akan linear dengan kesejahteraan.
Buku ini diharapkan dapat
dikonsumsi oleh seluruh masyarakat dan dapat menjadi sumber informasi tentang
potret implementasi program pertanian di kawasan pedesaan dan strategi (desa
model) dalam mengimplementasikan program pertanian di kawasan pedesaan.
SINOPSIS
Sesuai dengan salah satu Misi
Gubernur Kalimantan Barat periode 2018-2023 yaitu ingin memperbanyak status
Desa Mandiri di Provinsi Kalimantan Barat, dimana di dalamnya ada dimensi
kesejahteraan, maka pembangunan sektor pertanian dalam arti luas merupakan
salah satu faktor yang berkontribusi secara nyata terhadap peningkatan ekonomi
dan kesejahteraan masyarakat desa. Sehingga perbaikan dalam manajemen usaha
sektor pertanian tentunya akan linear dengan kesejahteraan. Untuk itu, buku ini
yang berjudul Evaluasi Efektivitas Implementasi Program Pertanian Sebagai
Penggerak Utama Pembangunan Kawasan Pedesaan bertujuan memotret implementasi
program pertanian di kawasan pedesaan dan berdasarkan desa model (lokus
penelitian) disusun juga sebuah strategi dalam mengimplementasi program
pertanian di kawasan pedesaan.
Penulis:
Di era sekarang ini, pemanfaatan
informasi geospasial dalam bentuk peta dinilai sangat diperlukan untuk
mempercepat pencapaian tujuan pembangunan khususnya di Pedesaaan. Namun, mengimplementasikan
pemanfaatan IG dalam bentuk peta tersebut diperhadapkan pada masih terbatasnya
ketersediaan SDM yang mampu mengolah dan memanfaatkamn IG di pedesaaan.
Buku ini sangat menarik karena berusaha menyajikan praktek kolaborasi yang diketengahkan dengan konsep Triple Helix.
Semoga buku yang berharga ini dapat menginspirasi dan mendorong
praktek-praktek kerja kolaborasi dengan pendekatan triple helix khususnya dalam rangka menghadirkan manfaat informasi
geospasial untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di
Pedesaaan.
Edy Agustinus, S.Sos.,M.Sos Resky Nanda Pranaka, S.K.M Nunik
Hasriyanti, S.T.,M.T Agung Hendra Pajarai, S.Tr.Kep
Rendahnya akses sanitasi disuatu wilayah menunjukkan bahwa derajat kesehatan dan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri masih perlu ditingkatkan.
Upaya-upaya untuk meningkatkan akses terhadap
sanitasi (jamban sehat) terus digerakkan. Salah satu upaya yang dimaksud adalah
melakukan perubahan kebijakan dari yang sebelumnya berbasis project driven menjadi
pemberdayaan masyarakat atau dikenal dengan istilah Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat (STBM). Namun, dalam perkembangannya, pelaksanaan STBM di wilayah Pedesaan dinilai belum optimal.
Buku
yang berjudul Jamban
Sehat Berbasis Pemberdayaan (Jas-Beda) di Landak
ini hadir dengan menyajikan alternatif
model pemberdayaan dalam rangka memperkuat implemetasi konsep STBM dan utamanya
adalah untuk meningkatkan akses terhadap pemanfaatan jamban sehat.
Saya
menilai model pemberdayaan yang disajikan sangat menarik karena didasarkan pada
pengamatan yang mendalam terutama
hal-hal yang berkaitan dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan
kepemilikan jamban, kondisi eksisting sanitasi serta konstruksi sosial
masyarakat terkait dengan penggunaan jamban. Selain itu, sajian buku ini tampak semakin
kaya karena menawarkan 3 (tiga) tipe alternatif
desain lengkap tentang jamban sehat.
71 Halaman, Ukuran vi + 65 page 17 x 25 cm
SINOPSIS
Buku
ini berisikan mengenai bagaimana peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui
kebijakan pengembangan produk unggulan di Kawasan pedesaan untuk masing kabupaten/kota
di Kalimantan Barat yang sangat bervariasi. Adaya identifikasi dan
inventarisasi produk unggulan desa dan kawasan perdesaan sangat membantu dalam
pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan.
Salah
satunya di Kabupaten Bengkayang sangat potensial dan mendominasi untuk
pengembangan produk unggulan di sektor tanaman pangan yaitu jagung, sedangkan
untuk Kabupaten Kubu Raya memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif di
sektor perkebunan khususnya komoditas kelapa dalam, kelapa hibrida dan pinang.
Komoditas
seperti kedelai dan cabai rawit berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten
Sambas dan Kabupaten Ketapang, namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk
menentukan apakah komuditas tersebut memiliki keunggulan kompetitif dan
komparatif.

Ir. Rudy Setyo Utomo, M.Si Dr.
Muhammad Agus Wibowo Ir. Rusli Burhansyah, M.Si. Dr. Sulvi Purwayanthie, SP.,
M.Si. Dr. Nurmainah, S.Si., MM. Apt.